Untung Rp 8 M Dengan Promosi Pakai Hujan Uang Senila Rp 100 Juta

Jakarta – Pakar Marketing Tung Desem Waringin mengatakan strategi hujan uang yang saat ini tengah viral merupakan cara yang efektif dan murah untuk melakukan promosi.

Berkaitan dengan peristiwa hujan duit di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, kemarin masih ramai menjadi perbincangan, aksi tersebut merupakan sebuah kegiatan dalam rangka promosi. Tung Desem Waringin, yang pernah melakukan aksi tersebut mengaku metode hujan duit merupakan cara paling efektif sebagai langkah publisitas.

“Banyak yang ingin tahu orang sebar-sebar duit orang yang butuh branding atau terkenal ini loh caranya, yaitu itu publisitas. Jadi kalaupun sama-sama uangnya dibuat dan dimasukkan untuk iklan dan tidak bermanfaat ya saya aja hujan uang ini saja, langsung terkenal,” paparnya kepada detikFinance, Kamis (1/3/2018).

Sebagai informasi, Tung Desem pernah mengaplikasikan cara tersebut yaitu membagikan uang dengan pecahan Rp 1.000, Rp 5.000 sampai Rp 10.000 sebanyak Rp 100 juta pada 1 Juni 2008, langkah tersebut merupakan strategi dari langkah promosi dari penjualan bukunya yang berjudul Marketing Revolution.

“Misalnya, buku yang saya launching tadi bukan hanya untuk branding tapi ada penawarannya. Jadi pada waktu saya launching buku tadi saya tambahin hadiah seminar 3 hari di 10 kota, saat penjualan bukunya dalam 1 hari berhasil terjual 38.878 buku, terkenal tidak cukup kalau tidak ada penawaran,” jelasnya.

Tung Desem mengatakan ide tersebut lahir karena dirinya melihat Richard Branson, yang merupakan pendiri dan pemilik grup Virgin Records yang juga merupakan salah satu miliuner sukses yang terkenal didunia.

Tung Desem mengatakan, promosi yang dilakukan Richard Branson yang selalu mengundang perhatian banyak orang atau menjadi viral. Dirinya mengaku mendapatkan teori tersebut dan kemudian diaplikasikan dalam bentuk yang berbeda.

Dari hal tersebut, sebuah ide tercipta yaitu dengan menebar uang di langit, hal tersebut tentu bisa secara efektif untuk mendapat perhatian masyarakat dalam bentuk promosi yang dilakukan untuk menjual bukunya saat itu.

“Nah untuk itu saya terbitkan buku mengenai Finansial Revolution laris 10.511 buku 2005 waktu itu kemudian. Aksi yang itu (tebar uang) di 2008 berhasil terjual sebanyak 38.878 terjual buku. Dulu bahkan uang yang disebar Rp 100 juta itu punya Gramedia, tapi setelah itu mereka dapat Rp 8 miliar dari penjualan buku (Marketing Revolution). Denga buku seharga Rp 200 ribu dapat seminar dan dapat CD waktu itu pertama di dunia lho,” paparnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *