Mau Coba ke Gunung Api? Ini Tipsnya!

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak gunung api. Beberapa di antaranya adalah Gunung Anak Krakatau di Lampung, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Dieng di Jawa Tengah, Gunung Banda Api di Maluku, dan masih banyak gunung api lainnya. Bila Anda ingin wisata ke gunung api tersebut, Kepala Subbidang Mitigasi Bencana Geologi Wilayah Timur dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Devy Kamil Syahbana menjelaskan ada beberapa hal yang harus dilakukan wisatawan.

Pendaki gunung marathon solo Willem Sigar Tasiam memulai pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur, Minggu (8/5/2016).(KOMPAS.com / GARRY ANDREW LOTULUNG)

Nah, jika gunung api sedang aktif, misalnya saja statusnya sudah di atas normal, maka wisatawan diimbau untuk tidak memaksa berkunjung ke gunung api.

Kemudian, Devy menyarankan agar wisatawan mengecek stastus gunung sebelum mendatangi gunung tersebut. Caranya kata dia, bisa melihat melalui aplikasi Magma Indonesia, di sana terdapat informasi soal status gunung beserta rekomendasi lainnya. Udara di gunung tentunya berbeda dengan daerah perkotaan. Maka dari itu Devy menyarankan wisatawan menggunakan pakaian yang sesuai.

Danau Segara Anak dilhat dari puncak Gunung Rinjani di ketinggian 3.726 m. Rinjani merupakan bagian dari Gunung Samalas yang meletus hingga melumpuhkan dunia pada tahun 1257. Superletusan mengakibatkan terbentuknya kaldera dan Danau Segara Anak.(KOMPAS IMAGES / FIKRIA HIDAYAT)

Seperti halnya menggunakan perlengkapan outdoor dan memakai jaket. Tak lupa juga membawa makanan dan minum yang cukup, jangan sampai kekurangan.

“Kita harus antisipasi dari kemungkinan terburuk. Banyak loh, ada beberapa orang yang terjebak karena di atas (gunung) tertutup kabut, kedinginan dan beberapa jadi korban. Jadi di gunung dingin, pakiannya harus disesuaikan,” kata dia.

Hal lain yang tak boleh terlupakan adalah membawa kamera. Tak hanya swafoto, tetapi juga bisa mengabadikan gunung tersebut. Sehingga foto tersebut juga bisa menjadi bukti sejarah ketika gunung telah meletus.

Gunung Banda Api di Kecamatan Banda, Maluku Tengah, Maluku.(KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA)

Terakhir, Devy mengingatkan agar para turis menghormati kearifan lokal warga sekitar gunung api. Apabila ada larangan-larangan tertentu maka jangan dilakukan. Juga soal sampah, lanjut dia, sebaiknya tidak membuang sampah di atas gunung. Sampah-sampah tersebut bisa Anda bawa lagi hingga turun dari gunung dan membuangnya di tempat sampah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *